pengertian seksualitas

PENGERTIAN SEKS DAN SEKSUALITAS Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini: sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (microsoft encarta encyclopedia 2002). Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain-lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain. Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan. Menurut kamus, kata “pendidikan” berarti “proses pengubahan sikap dan tata laku kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Sedangkan kata seks mempunya dua pengertian. Pertama, berati jenis kelamin dan yang ke dua adalah hal ihwal yang berhubungan dengan alat kelamin, misalnya persetubuhan atau sanggama. Padahal yang disebut pendidikan seks sebenarnya mempunyai pengertian yang jauh lebih luas, yaitu upaya memberikan pengetahuan tentang perubahan biologis, psikologis, dan psikososial sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan manusia. Dengan kata lain, pendidikan seks pada dasarnya merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta komitmen agama agar tidak terjadi “penyalahgunaan” organ reproduksi tersebut. Dengan demikian, pendidikan seks ini bisa juga disebut pendidikan hidup berkeluarga. Seks merupakan pembedaan jenis kelamin secara biologis. Perbedaan ini dibawa sejak lahir dan tidak dapat diubah karena merupakan kodrat yang diberikan Tuhan dan tidak dapat dipertukarkan. Seksualitas mengandung makna yang sangat luas karena mencakup aspek kehidupan yang menyeluruh, terkait dengan jenis kelamin biologis maupun sosial (gender), orientasi seksual, identitas gender, dan perilaku seksual. Seksualitas adalah sebuah proses sosial yang menciptakan dan mengarahkan hasrat atau birahi manusia (the socially constructed expression of erotic desire), dan dalam realitas sosial, seksualitas dipengaruhi oleh interaksi factor- faktor biologis, psikologis, sosial, ekonomi, politik, agama dan spiritual. Seksualitas itu sendiri membicarakan tentang totalitas ekspresi kita sebagai laki-laki atau perempuan, apa yang kita percayai, kita pikirkan dan kita rasakan tentang diri kita, bagaimana kita bereaksi terhadap lingkungan, bagaimana kita menampilkan diri kita, bagaimana kita berbudaya dan bersosial, etika dan adab pergaulan, yang kesemuanya tersebut akan mencirikan identitas kita. Seksualitas sejatinya merupakan hal yang positif, selalu berhubungan dengan jati diri seseorang dan juga kejujuran seseorang terhadap dirinya. Sayangnya, masyarakat umumnya masih melihat seksualitas sebagai hal yang negatif, bahkan menjijikkan sehingga tidak pantas atau tabu dibicarakan. Studi tentang seksualitas memperkenalkan tiga terminologi penting menyangkut seksualitas manusia, yaitu: identitas gender, orientasi seksual, dan perilaku seksual. 2.2 Konteks seksualitas 2.3 Perkembangan seksualitas 2.4 Pola fungsi seksual ASUHAN KEPERAWATAN  Pengkajian kesehatan seksualitas 1. Riwayat Kesehatan Seksual • pertanyaan masa lalu atau tidak mengetahui apakah klien mempunyai masalah kekhawatiran seksual. 2. Pengkajian Fisik • inspeksi dan palpasi 3. Identfkasi klien yang beresiko Misalnya : • adanya gangguan struktur atau fungsi tubuh akibat trauma, dll • riwayat pnganiayaan seksual. • kondisi yang tidak menyenangkan • terapi medikasi spesifik yang dapat menyenangkan masalah seksual. • gangguan aktivitas fisik sementara maupun permanen • konflik nilai-nilai antara kepercayaan pribadi dengan aturan religi  Diaknosa masalah seksualitas 1. Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan (b.d) • ketakutan kehamilan • efek antihipertensi • depresi perpisahan dengan perceraian 2. Disfungsi seksual b.d • cedera medulla spinalis • penyakit kronis • nyeri • ansietas mengenai penempatan di RS 3. Gangguan Citra tubuh b.d • efek masektomi • disfungsi seksual • perubahan pasca persalinan 4. Ganguan harga diri b.d • kerentanan yang dirasakan setelah mengalami serangan infrak miokardium • pola penganiayan ketika masih kecil  Perencanaan  tujuan yang dicapai mencakup : • mempertahankan, memperbaiki, atau meningkatkan kesehatan seksual • meningkatkan pengtahuan seksualitas dan kesehatan • mencegah PMS • mecegah kehamilan yang tidak diinginkan • meningkatkan kepuasan terhadap tingkat fungsi seksual • memperbaiki konsep seksual diri  Implementasi • Proses kesehatan seksual • perawat : keterampilan komuniksi yang baik • Topik tentang penyuluhan tergantung karakteristik dan faktor yang berhubungn • Rujukan mungkin diperlukan  Evaluasi • Evaluasi tujuan yang telah ditentukan dalam perencanaan • Klien, pasangan perawat mungkin harus mengubah harapan atau menetapkan jangka waktu yang lebih sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan • Komunikasi terbuka dan harga diri yang positif dalam artian penting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar